Sabtu, 28 Januari 2012

Tipe Data Dalam Bahasa Pemrograman Java

Secara prinsip program java dapat dibedakan menjadi 2, yaitu aplikasi dan applet :
Aplikasi : Adalah program java yang dapat berdiri sendiri, dikompile dan dieksekusi secara mandiri
Ciri utama suatu program java adalah aplikasi adalah didalamnya ada definisi metod main dengan syntax :
-public static void main (String [] arg)
Applet : Program java yang dicompile menjadi file class (kode byte) dan eksekusinya di-INSERT-kan dalam file HTML yang selanjutnya dieksekusi dengan suatu browser tertentu
Applet juga dapat dieksekusi menggunaka program appletviewer dalam JDK.
Suatu aplikasi java memiliki struktur sbb:

[import nama_package]

[public] class nama_Class [ extends nama_induk] [implements nama_interface,namainterface,.. ]

{ [definisi data dan definisi variabel ]

[definisi metod-metod ]
Di dalam java sering kita jumpai beberapa tanda, salah satunya adalah tanda komentar yang memiliki beberapa type sebagai berikut :
1.      // Tanda berikut menandakan bahwa kita hanya boleh memasukan komentar hanya satu baris saja.
2.      /* komentar anda */ Tanda berikut menandakan bahwa kita dapat memasukan komentar lebih dari satu baris.
Java memiliki tipe data yang dapat dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu:
1. Tipe data primitif
2. Tipe data referensi
Delapan macam tipe data primitif dalam pemrograman Java, yaitu :
1.      Integer ( Bilangan Bulat )
Integer merupakan tipe data numerik yang digunakan apabila tidak berurusan dengan pecahan atau bilangan desimal. Tipe data numerik yang termasuk integer adalah sebagai berikut :
Byte :
Memiliki nilai integer dari – 128 sampai +127 dan  menempati 1 byte (8bits) di memori
Short :
Memiliki nilai integer dari – 32768 sampai 32767 dan  menempati 2 bytes (16 bits) di memori
Int :
Memiliki nilai integer dari – 214748648 sampai 2147483647 dan  menempati 4 bytes (32bits) di memori
Long :
Memiliki nilai dari -9223372036854775808 sampai 9223372036854775807 dan menempati 8bytes (64 bits) di memori.

Bilangan integer biasanya menggunakan int, dan bukan byte, short maupun long. Bilangan integer juga mengenal nilai positif dan negatif ( signed number ). Tipe data byte dan short hanya digunakan
pada aplikasi khusus yang memperhatikan penggunaan memori.
Sedangkan long jarang digunakan karena jarang memerlukan bilangan sebesar kapasitas long.

2.      Floating Point(Bilangan Pecahan)
Floating Point digunakan untuk menangani bilangan desimal atau perhitungan yang lebih detail dibanding integer. Ada dua macam floating point, yaitu :
Float :
Memiliki nilai -3.4x108 sampai +3.4x108 dan  menempati 4 byte di memori
Double :
Memiliki nilai -1.7x10308 sampai +1.7x10308

Semua bilangan pecahan atau desimal dalam Java tanpa diakhiri huruf f akan dianggap sebagai double. Sedangkan bilangan yang ingin dikategorikan sebagai float harus diakhiri dengan huruf F.
        Misalnya : 4.22 F atau 2.314f.
Sedangkan untuk bilangan double, bisa menambah dengan huruf D, karena secara default bilangan dengan koma atau pecahan atau desimal akan dianggap sebagai double.

3.      Char
Char adalah karakter tunggal yang didefinisikan dengan diawali dan diakhiri dengan tanda ' ( petik tunggal ). Char berbeda dengan String, karena String bukan merupakan tipe data primitif, tetapi sudah merupakan sebuah objek. Tipe char mengikuti aturan unicode, sehingga dapat menggunakan kode /u kemudian diikuti bilangan dari 0 sampai 65535, tetapi yang biasa digunakan adalah bilangan heksadesimal dari 0000 sampai FFFF.
4.      Boolean
Dalam Java dikenal tipe data boolean yang terdiri dari dua nilai saja, yaitu true dan false. Boolean sangat penting dalam mengevaluasi suatu kondisi, dan sering digunakan untuk menentukan alur program.

   Tipe Data Referensi
Kelebihan pemrograman berorientasi objek adalah dapat mendefinisikan tipe data baru yang merupakan objek dari class tertentu.
Tipe data ini digunakan untuk mereferensikan objek atau class tertentu, seperti String.

-VARIABLE
Bahasa pemrograman pada umumnya, mengenal adanya variabel yang digunakan untuk menyimpan nilai atau data.
Sedangkan Java sendiri dikenal sebagai bahasa pemrograman dengan sifat strongly typed yang artinya diharuskan mendeklarasikan tipe data dari semua variabel, dan apabila lupa atau salah mengikuti aturan pendeklarasian variabel, maka akan mendapatkan error pada saat proses kompilasi.
Variabel merupakan container yang digunakan untuk menyimpan suatu nilai pada sebuah program dengan tipe tertentu.
Untuk mendefinisikan variabel, kita dapat menggunakan identifier untuk menamai variabel tersebut
Identifier adalah kumpulan karakter yang dapat digunakan untuk menamai variabel, method, class, interface, dan package.
Sebagaimana bahasa pemrograman pada umumnya, Java memiliki peraturan untuk identifier yang valid atau sah.
Identifier bisa disebut valid atau sah apabila diawali dengan :
    1. Huruf / abjad
    2. Karakter mata uang
    3. Underscore ( _ )
Identifier dapat terdiri dari :
    1. Huruf / abjad
    2. Angka
3.      Underscore ( _ )
Identifier tidak boleh mengandung @, spasi atau diawali dengan angka. Selain itu, identifier tidak boleh menggunakan keyword atau kata-kata yang memiliki arti atau digunakan dalam pemrograman Java.

-PSEUDOCODE
Pseudocode adalah sebuah bahasa formal yang membantu programer mengembangkan algoritma tanpa harus memikirkan bagaimana sintaks dalam bahasa pemrograman

Pseudocode mirip dengan bahasa sehari-hari jadi kelihatan nyaman dibaca dan dipahami meskipun bukan merupakan bahasa pemrograman komputer sebenarnya





0 komentar:

Posting Komentar