Secara
prinsip program java dapat dibedakan menjadi 2, yaitu aplikasi dan applet :
Aplikasi :
Adalah program java yang dapat berdiri sendiri, dikompile dan dieksekusi secara
mandiri
Ciri
utama suatu program java adalah aplikasi adalah didalamnya ada definisi metod
main dengan syntax :
-public static
void main (String [] arg)
Applet
: Program java yang dicompile menjadi file class (kode
byte) dan eksekusinya di-INSERT-kan dalam file HTML yang selanjutnya dieksekusi
dengan suatu browser tertentu
Applet
juga dapat dieksekusi menggunaka program appletviewer dalam JDK.
Suatu aplikasi java memiliki struktur sbb:
[import nama_package]
[public] class nama_Class [ extends nama_induk] [implements nama_interface,namainterface,.. ]
{ [definisi data dan definisi variabel ]
[definisi metod-metod ]
[import nama_package]
[public] class nama_Class [ extends nama_induk] [implements nama_interface,namainterface,.. ]
{ [definisi data dan definisi variabel ]
[definisi metod-metod ]
Di dalam
java sering kita jumpai beberapa tanda, salah satunya adalah tanda komentar
yang memiliki beberapa type sebagai berikut :
1. // Tanda berikut menandakan bahwa
kita hanya boleh memasukan komentar hanya satu baris saja.
2. /* komentar anda */ Tanda berikut
menandakan bahwa kita dapat memasukan komentar lebih dari satu baris.
Java
memiliki tipe data yang dapat dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu:
1. Tipe data primitif
2. Tipe data referensi
1. Tipe data primitif
2. Tipe data referensi
Delapan macam tipe data
primitif dalam pemrograman Java, yaitu :
1.
Integer ( Bilangan Bulat )
Integer
merupakan tipe data numerik yang digunakan apabila tidak berurusan dengan
pecahan atau bilangan desimal. Tipe data numerik yang termasuk integer adalah
sebagai berikut :
Byte :
Memiliki nilai integer dari – 128 sampai +127 dan menempati 1 byte (8bits) di memori
Short :
Memiliki nilai integer dari – 32768 sampai 32767 dan menempati 2 bytes (16 bits) di memori
Int :
Memiliki nilai integer dari – 214748648 sampai 2147483647 dan menempati 4 bytes (32bits) di memori
Long :
Memiliki nilai dari
-9223372036854775808 sampai 9223372036854775807 dan menempati 8bytes (64 bits) di
memori.
Bilangan
integer biasanya menggunakan int, dan bukan byte, short maupun long. Bilangan
integer juga mengenal nilai positif dan negatif ( signed number ). Tipe data
byte dan short hanya digunakan
pada aplikasi khusus yang memperhatikan penggunaan memori.
pada aplikasi khusus yang memperhatikan penggunaan memori.
Sedangkan
long jarang digunakan karena jarang memerlukan bilangan sebesar kapasitas long.
2.
Floating Point(Bilangan Pecahan)
Floating
Point digunakan untuk menangani bilangan desimal atau perhitungan yang lebih
detail dibanding integer. Ada dua macam floating point, yaitu :
Float :
Memiliki nilai -3.4x108 sampai
+3.4x108 dan menempati 4 byte di memori
Double :
Memiliki nilai -1.7x10308 sampai +1.7x10308
Semua
bilangan pecahan atau desimal dalam Java tanpa diakhiri huruf f akan
dianggap sebagai double. Sedangkan bilangan yang ingin dikategorikan
sebagai float harus diakhiri dengan huruf F.
Misalnya
: 4.22 F atau 2.314f.
Sedangkan
untuk bilangan double, bisa menambah dengan huruf D, karena secara default
bilangan dengan koma atau pecahan atau desimal akan dianggap sebagai double.
3.
Char
Char
adalah karakter tunggal yang didefinisikan dengan diawali dan diakhiri dengan
tanda ' ( petik tunggal ). Char berbeda dengan String, karena String bukan
merupakan tipe data primitif, tetapi sudah merupakan sebuah objek. Tipe char
mengikuti aturan unicode, sehingga dapat menggunakan kode /u kemudian diikuti
bilangan dari 0 sampai 65535, tetapi yang biasa digunakan adalah bilangan
heksadesimal dari 0000 sampai FFFF.
4.
Boolean
Dalam
Java dikenal tipe data boolean yang terdiri dari dua nilai saja, yaitu true dan
false. Boolean sangat penting dalam mengevaluasi suatu kondisi, dan sering
digunakan untuk menentukan alur program.
Tipe Data Referensi
Kelebihan
pemrograman berorientasi objek adalah dapat mendefinisikan tipe data baru yang
merupakan objek dari class tertentu.
Tipe
data ini digunakan untuk mereferensikan objek atau class tertentu, seperti
String.
-VARIABLE
Bahasa
pemrograman pada umumnya, mengenal adanya variabel yang digunakan untuk
menyimpan nilai atau data.
Sedangkan
Java sendiri dikenal sebagai bahasa pemrograman dengan sifat strongly
typed yang artinya diharuskan mendeklarasikan tipe data dari semua
variabel, dan apabila lupa atau salah mengikuti aturan pendeklarasian variabel,
maka akan mendapatkan error pada saat proses kompilasi.
Variabel
merupakan container yang digunakan untuk menyimpan suatu nilai
pada sebuah program dengan tipe tertentu.
Untuk
mendefinisikan variabel, kita dapat menggunakan identifier untuk menamai
variabel tersebut
Identifier
adalah kumpulan karakter yang dapat digunakan untuk menamai variabel, method,
class, interface, dan package.
Sebagaimana
bahasa pemrograman pada umumnya, Java memiliki peraturan untuk identifier yang
valid atau sah.
Identifier
bisa disebut valid atau sah apabila diawali dengan :
1.
Huruf / abjad
2.
Karakter mata uang
3.
Underscore ( _ )
Identifier
dapat terdiri dari :
1.
Huruf / abjad
2.
Angka
3. Underscore
( _ )
Identifier
tidak boleh mengandung @, spasi atau diawali dengan angka. Selain itu,
identifier tidak boleh menggunakan keyword atau kata-kata yang memiliki arti
atau digunakan dalam pemrograman Java.
-PSEUDOCODE
Pseudocode
adalah sebuah bahasa formal yang membantu programer mengembangkan algoritma
tanpa harus memikirkan bagaimana sintaks dalam bahasa pemrograman
Pseudocode mirip dengan bahasa sehari-hari jadi kelihatan nyaman dibaca dan dipahami meskipun bukan merupakan bahasa pemrograman komputer sebenarnya
Pseudocode mirip dengan bahasa sehari-hari jadi kelihatan nyaman dibaca dan dipahami meskipun bukan merupakan bahasa pemrograman komputer sebenarnya